Rabu, Januari 11, 2012

Kue Sagu Keju


Bahan - bahan:

Mentega 100.00 gram
Gula halus 125.00 gram
Kuning telur 1.00 butir
Putih telur 0.50 butir
Susu encer 25.00 ml
Keju parut 50.00 gram
Tepung sagu (sangrai 15 menit) 300.00 gram

Cara membuat:

Kocok mentega bersama gula halus selama 5 menit. Tambahkan telur. Kocok kembali selama 5 menit.
Tuang susu encer. Aduk rata.
Masukkan keju parut dan tepung sagu. Sebaiknya sagu sudah disangrai sehari sebelumnya supaya sudah dalam keadaan dingin.
Setelah rata, masukkan dalam kantong penyemprot. Semprot di atas cetakan yang sudah diolesi mentega.
Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan terlebih dahulu.

Baca Selengkapnya >>

Minggu, Januari 08, 2012

Susu Kefir Kaukasus. Pangan Probiotik


KEFIR, SUSU ASAM BERKHASIAT


Setelah "disulap" menjadi kefir yang asam rasanya, susu bisa menjadi lebih awet. Selain itu juga makin "berkhasiat". Sebagai minuman fungsional, kefir diduga bisa menurunkan kolesterol, mengurangi risiko timbulnya kanker dan penyakit jantung koroner. Seperti penuturan Prof. Dr. Ir. Srikandi Fardiaz, M.Sc., berikut ini.

Gumpalan bibit kefir.

Kefir merupakan produk susu yang berasa asam yang berasal dan banyak dikonsumsi di kawasan Kaukasia. Di daerah Rusia, kefir merupakan minuman populer yang diproduksi dan diperdagangkan dalam jumlah besar.

Butiran bibit kefir yang dibutuhkan untuk membuat susu kefir banyak dijual di toko-toko makanan di kawasan itu. Para ibu rumah tangga biasanya membuat kefir untuk keluarganya. Namun kefir juga diproduksi di Eropa Barat dan Amerika Serikat.



Gampang membuatnya

Pembuatan kefir merupakan suatu cara murah untuk mengawetkan susu. Metode pembuatannya pun sederhana sehingga dapat dilakukan dalam skala rumah tangga.

Kefir dibuat dari susu dan butiran bibit kefir. Bahannya bisa susu kambing, domba, atau sapi. Bibit kefir dapat dibeli atau diperoleh dari "sisa" kefir sebelumnya. Jika disimpan secara benar, bibit kefir dapat digunakan beberapa kali tanpa batas.

Susu bahan kefir mula-mula dipasteurisasi (dipanaskan pada suhu 85oC selama 30 menit) dan didinginkan dalam wadah berbahan gelas hingga mencapai suhu kamar (18 - 25oC). Kemudian ditambahkan butiran bibit kefir sebanyak 5 - 6% (50 - 60 g bibit kefir untuk 1 l susu). Campuran susu dan bibit kefir diinkubasi dengan cara didiamkan pada suhu kamar selama 24 - 48 jam, sampai terjadi penggumpalan sempurna. Selanjutnya, kefir disaring untuk memisahkan butiran kefir yang dapat digunakan untuk membuat kefir baru.

Susu kefir hasil saringan dapat ditingkatkan cita rasanya (flavor) dengan menginkubasikan kembali selama 24 jam pada suhu kamar, atau akan lebih baik kalau disimpan dalam lemari es pada suhu 8oC selama 24 jam. Seterusnya susu kefir dapat disimpan pada suhu tersebut minimal selama satu minggu.

Bibit kefir

Bibit kefir terdiri atas granula (butiran) mulai seukuran biji gandum sampai biji kenari. Butiran itu tumbuh dari ukuran sangat kecil dan terus tumbuh selama inkubasi. Sebanyak 50 g butiran kefir basah dapat tumbuh menjadi dua kali lipat dalam 7 - 10 hari jika dipindahkan ke dalam 500 ml susu segar enam kali seminggu. Untuk menumbuhkan bibit kefir dapat digunakan susu penuh, susu skim, atau whei susu yang telah dinetralkan.

Butiran-butiran bibit kefir terdiri atas mikroorganisme yang dikelilingi oleh matriks berbentuk lendir yang terdiri atas gula polisakarida yang disebut kefiran (ini diproduksi oleh bakteri tertentu). Bibit kefir juga terdiri atas campuran berbagai bakteri dan kamir (ragi), masing-masing berperan dalam pembentukan cita rasa dan struktur kefir.

Spesies mikroorganisme dalam bibit kefir di antaranya Lactocococcus lactis, Lactobasillus acidophilus, Lb. kefir, Lb. kefirgranum, dan Lb. parakefir yang berfungsi dalam pembentukan asam laktat dari laktosa. Lb. kefiranofaciens sebagai pembentuk lendir (matriks butiran kefir), Leuconostoc sp. membentuk diasetil dari sitrat, dan Candida kefir pembentuk etanol dan karbondioksida dari laktosa. Selain itu juga ditemukan Lb. brevis, dan kamir (Torulopsis holmii dan Saccharomyces delbrueckii).

Bibit kefir tidak dapat dikeringkan dengan pemanasan karena sebagian mikroorganisme di dalamnya akan mati. Bibit kefir masih aktif jika diawetkan dengan cara pengeringan beku (freeze drying). Tapi cara terbaik menyimpan bibit kefir adalah dengan memindahkan bibit kefir lama ke dalam susu yang dipasteurisasi secara berkala, diinkubasi semalam dan disimpan dalam lemari es bersuhu 4 - 7oC. Dalam kondisi seperti ini bibit kefir tetap aktif selama kurang lebih sebulan.


Gizi dan khasiatnya

Selama proses fermentasi terjadi perubahan biokimia dari substrat akibat aktivitas bakteri asam laktat heterofermentasi dan kamir alkoholik. Keasaman kefir meningkat dari 0,85% menjadi 1,0% (dihitung sebagai asam laktat) dan pH menurun sampai di bawah 3,0. Juga terbentuk karbon dioksida sehingga produk mempunyai rasa karbonat. Perubahan itu membentuk cita rasa kefir yang diinginkan.

Selama fermentasi terbentuk polimer yang terdiri atas unit-unit gula (galaktosa dan glukosa) dalam jumlah sama yang disebut kefiran. Kefiran berjumlah sekitar 25% dari berat kering butiran kefir dan disintesis bersama sel mikroba baru. Selama fermentasi juga terbentuk senyawa asetoin dan diasetil.

Kandungan gizi kefir hampir sama dengan gizi susu bahan kefir. Kelebihannya dibandingkan dengan susu segar adalah karena asam yang terbentuk dapat memperpanjang masa simpan, mencegah pertumbuhan mikroorganisme pembusuk sehingga mencegah kerusakan susu, dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme patogen sehingga meningkatkan keamanan produk kefir.

Bakteri asam laktat dalam kefir mempunyai berbagai manfaat untuk kesehatan. Di antaranya sebagai probiotik yang dapat menekan pertumbuhan bakteri penyebab penyakit saluran pencernaan, karena bakteri asam laktat memproduksi senyawa antimikroba, antara lain bakteriosin, hidrogen peroksida, dan berbagai antibiotik.

Bakteri asam laktat membentuk koloni dan menciptakan lingkungan dalam saluran pencernaan sedemikian rupa sehingga dapat mencegah pertumbuhan bakteri patogen yang masuk ke tubuh. Karena itu dapat mencegah diare yang disebabkan bakteri patogen.

Bakteri asam laktat juga dapat mencegah infeksi saluran urine, mengurangi risiko timbulnya kanker atau tumor saluran pencernaan dan organ lain, menurunkan kadar kolesterol serum darah, mengurangi risiko penyakit jantung koroner, merangsang terbentuknya sistem imun, membantu penderita lactose intolerance dalam mengkonsumsi susu, dan memperlancar buang air besar. Karena bermanfaat untuk kesehatan, kefir digolongkan dalam minuman fungsional.

Penurun kolesterol dan resiko kanker

Dasar ilmiah atas dugaan bahwa mengkonsumsi produk fermentasi susu yang mengandung bakteri asam laktat dapat menurunkan kadar kolesterol serum darah - sehingga menurunkan risiko penyakit jantung koroner itu - memang belum pasti. Namun beberapa penelitian mengemukakan dua teori berikut ini.

Beberapa galur (strain) bakteri asam laktat mampu melakukan metabolisme kolesterol dari makanan dalam usus halus sehingga tidak diserap tubuh.

Beberapa galur bakteri asam laktat mampu melakukan dekonyugasi garam bile dalam usus halus untuk mencegah absorpsi kembali oleh tubuh sehingga merangsang hati untuk mensintesis lebih banyak garam bile dari kolesterol serum. Kedua hal itu menurunkan kadar kolesterol serum.

Selain itu beberapa penelitian juga membuktikan, mengkonsumsi produk fermentasi susu yang mengandung bakteri asam laktat dapat menurunkan risiko timbulnya kanker atau tumor dalam saluran pencernaan. Sebab, bakteri asam laktat yang hidup dalam produk fermentasi susu menekan pertumbuhan bakteri lain di dalam saluran pencernaan.

Bakteri yang tidak diinginkan itu dalam saluran pencernaan memproduksi beberapa enzim tertentu, misalnya betaglukuronidase dan azoreduktase yang dapat mengubah senyawa prokarsinogen dalam makanan menjadi karsinogen (misalnya nitrit menjadi nitrosamin), yaitu senyawa penyebab kanker.

Kontrol terhadap pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan itu dapat menurunkan pembentukan karsinogen sehingga mengurangi risiko kanker kolon (usus besar). Bakteri asam laktat juga merangsang pergerakan isi saluran pencernaan sehingga menurunkan konsentrasi prokarsinogen dan karsinogen dalam saluran pencernaan.

Membantu penderita lactose-intolerance

Lactose-intolerance atau ketidakmampuan mencerna laktosa itu terjadi karena seseorang tidak dapat memproduksi enzim beta-galaktosidase oleh sel epitel usus halus akibat kelainan genetik.

Jika orang itu mengkonsumsi susu, laktosa dalam usus halus tidak dapat dicerna menjadi galaktosa dan glukosa sebelum diangkut ke dalam tubuh untuk metabolisme lebih lanjut. Molekul laktosa yang tidak dapat diserap tubuh kemudian masuk ke dalam usus besar dan dihidrolisis oleh bakteri yang memproduksi beta-galaktosidase.

Galaktosa dan glukosa yang terbentuk akan dimetabolisme oleh bakteri homofermentatif dan heterofermentatif menghasilkan asam dan sejumlah gas di dalam usus besar sehingga orang tersebut akan menderita diare, kembung, dan sakit perut.

Produk fermentasi susu sangat baik bagi penderita lactose-intolerance karena sebagian besar laktosa sudah dipecah oleh bakteri asam laktat sehingga kandungan laktosanya rendah. Selain itu bibit (starter) kefir juga merupakan sumber enzim beta-galaktosidase untuk memecah laktosa dalam susu.

(Penulis adalah guru besar madya pada Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB)

Kefir sebagai Probiotik dan Obat

Mengonsumsi kefir secara rutin & konsisten memberikan kondisi positif bagi kesehatan karena:

1. Kefir membantu menyehatkan system pencernaan dan menghindari resiko terkena kanker (tumor) usus besar.

2. Kefir membantu menormalkan bakteri yang terdapat pada usus besar pasca-pengobatan yang menggunakan antibiotic.

3. Meningkatkan fungsi pencernaan dan penyerapan nutrisi makanan.

4. Membantu memperlancar buang air besar.

5. Membantu menyembuhkan berbagai gangguan kesehatan, seperti diabetes,hypertensi dan tumor.

6. Membantu menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi resiko penyakit jantung koroner.

7. Membantu mencegah infeksi saluran urine.

8. Membantu meningkatkan system kekebalan tubuh.

9. Membantu menjaga stamina tubuh dan menjaga tubuh agar tidak cepat lelah.

10. Memperkuat efek obat yang dikonsumsi untuk penyembuhan.

Sebagai ‘’obat’’, kefir berkhasiat menyembuhkan Tuberkulosis (TB), Sinusitis, Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), Asma, Radang Usus, Diare, Sembelit, Bronkitis, tulang retak, dan tulang patah.

Gangguan Eksim, Kelainan Ginjal,Batu Ginjal, Asam urat, Reumatik, Osteoporosis, Kolesterol, tekanan darah tinggi/rendah, Diabetes, Migraine dan sakit kepala, segsi seksual, meningkatkan fungsi kerja lambung dan fungsi pencernaan, serta meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, baik bagi bayi, anak-anak, maupun orang dewasa.

Baca Selengkapnya >>

Kamis, Januari 05, 2012

MENGISI MASA LIBURAN ANAK-ANAK WAKTOE DOELOE.

Masa liburan adalah masa yang paling ditungu oleh sebagian besar anak-anak sekolahan, sejak jaman dahulu sampai sekarang, bermacam-macam cara bagaimana anak-anak dapat mengisi waktu liburannya dengan hal yang bermanfaat.
Liburan bertepatan dengan bulan puasa memang membawa kesan mendalam, selain suasana religius yang didapatkan juga memberikan arti khusus dalam menjalankan kewajiban berpuasa yaitu mendidik anak-anak bertanggungjawab dan disiplin, bukan kepada seorangpun tetapi kepada Sang Maha Kuasa yang memberikan perintah kepada umatNya.

Sekilas ke belakang menginjak masa liburan waktu kecilku di bangku sekolah dasar. Saat itu awal liburan sekolah selalu bertepatan dengan awal dimulainya bulan Ramadhan dimana seluruh umat Islam wajib berpuasa. Seperti biasa sehabis sholat Isya selesai masjid-masjid selalu dipenuhi anak-anak yang akan menjalankan sholat Taraweh, maka halaman masjidpun ramai dipenuhi oleh para pedagang yang mungkin siangnya tidak dapat berjualan seperti hari-hari biasanya. Dari tukang mie baso, baso tahu, cilok cibon, bandrek bajigur sampai tukang es puter bergerombol di sekitar mesjid Garuda menjaring anak-anak yang memang ada yang cuma berniat main dan jajan.Sehabis tarawehan aku paling-paling cuma nyari minuman segar yang disediakan bapak dan emih di rumah, kalau sampai harus jajan kayaknya waktu itu mesti mikir dua kali, apalagi masa liburan kadang uang sakuku juga ikutan libur kecuali kalau dapat jatah bulanan Rp 5.000 oleh bapak setiap gajian awal bulan, itu pun sebagian besar aku tabung rutin buat lebaran. Aku ingat betul dahulu emih sengaja membuat catatan tabungan anak-anak yang diisi setiap hari dan dibagikan pada bulan puasa menjelang lebaran tiba. Walaupun cuma untuk uang saku anak-anaknya yang tidak seberapa, mendapatkan sejumlah uang hasil tabungan dalam setahun tentu sangat menyenangkan. Segala macam kebutuhan lebaranpun dapat diperoleh, seperti membeli baju atau kaos pilihan sendiri, mainan, buku bacaan sampai makanan, semua dibeli dari hasil jerih payah selama setahun.

Saat-saat yang dinantikan untuk membuka tabunganpun tiba, bukan tabungan bank, ATM apalagi deposito….celengan tembikar berbentuk ayam, kodok atau ikan yang sengaja dibeli dan isinya sudah berat dengan uang recehanpun dibawa ke tengah rumah yang agak luas. Satu per satu “Prak..prak…prak”, diiringi gemerincing uang recehan milik masing-masing berserakan kemana-mana. Tentu saja dengan perasaan was-was takut ada yang ngambil, cepat-cepat koin-koin itu dikumpulkan dan dihitung sesuai pendapatannya.Terkadang gelak tawa bercampur sedih melihat celengan ayamnya harus rela hancur berkeping-keping tetapi rasa puas terpancar di raut wajah saudara-saudaraku saat itu, kebahagiaan yang tidak akan aku dapatkan kelak kalau sudah dewasa.

Saat menjelang adzan maghrib tentunya menjadi saat yang paling seru bagi anak-anak dalam keluargaku, bagaimana tidak di atas meja makan sudah terkumpul jambu air dan jambu batu, berjejer sesuai miliknya masing-masing yang siap dilahap kelihatan begitu segarnya untuk buka puasa, sementara emih mempersiapkan teh manis panas dan makanan pembuka di atas meja.Sambil menunggu adzan maghrib tiba, kakakku biasanya menyetel siaran dongeng radio atau cerita-cerita bodor dari studio tertentu seperti dongeng ‘si kunang’, ‘si kampeng’ yang saat itu memang sedang in. Saat siaran dongeng berganti dengan music gambus yang khas, anak-anakpun berhamburan mendekati meja makan dengan masing-masing makanan di tangannya dan pada saat di radio berbunyi ‘Tolok tok..tok, dug…dug…dug, barulah adzan berkumandang tanda buka puasa dimulai, terkadang tanpa membaca niat buka puasa ..makanan sudah blem..masuk kemulut duluan, dasar anak-anak.Setelah minum segelas teh manis, selera segarnya buah yang sengaja dipetik dari kebun hilanglah sudah terimbas rasa penat duluan.Lain buka, lain lagi cerita menjelang sahur.
Dengan mata yang masih ngantuk dan berat untuk dibuka tetapi ada kewajiban yang harus dijalani, kupaksakan bangun sempoyongan menuju kamar mandi sekedar cuci muka dan sikat gigi, syarat mutlak kalau bangun tidur. Rasanya makan tanpa gosok gigi gimana gitu.Makanan panas sudah emih sediakan di meja makan, anak-anakpun tak pernah mogok kalau dalam soal makan, meskipun kadang saking ngantuknya terpaksa makan sambil mata merem.Doa niat berpuasapun bersama-sama diucapkan setelah waktu imsak tiba. Maka pagi itu dimulai lagi babak baru dalam menahan lapar dan haus, meskipun begitu,

Alhamdulillah kami dapat menjalankannya penuh sampai lebaran tiba, kecuali kalau di tengah jalan ada yang sakit.Dinginnya pagi sehabis sholat subuh, seperti biasa kami isi waktu liburan dengan membuat mainan mobil dorong dari bambu dengan roda dari sandal jepit bekas dan badannya pake kaleng susu, sangat meriah, apalagi kalau dipasangi lilin yang menyala.
Bosan mainan tersebut, kami sengaja membangun rumah-rumahan di atas pohon jambu untuk sekedar samtai sambil baca-baca buku.Saat itu yang namanya petasan dan kembang api masih sangat marak diperjualbelikan, sehingga kadang kadang banyak berita kecelakaan di berbagai pelosok nusantara akibat ledakan mercon dan petasan. Sebagai contoh teman mainku di jalan Elang sana, tangannya hancur gara-gara petasan yang dikiranya sudah mati.Dan lucunya kakaku, setelah menyulut petasan, ketika menutup telinga, lehernya kecolok obat nyamuk, atau cerita aku sewaktu mengumpulkan obat petasan di atas kertas sengaja kubakar dengan obat nyamuk, tiba-tiba menyala dengan asap putih kena mukaku, saat itu mukaku panas dan lucunya bulu mataku habis keriting semua.

Tahu betul kalau bermain petasan itu sangat berbahaya, permainanku beralih di tahun-tahun selanjutnya dengan membuat Meriam/Lodong tepat di bawah rumpun pohon pisang yang diarahkan ke jalan, dengan berbekal 1 ons karbit dan selongsong bambu yang ditimbun dengan tanah serta obor minyak tanah dapat menghasilkan suara yang menggelegar kalau disulut. Tetapi menyadari suaranya sangat mengganggu penduduk kompleks dan masjid, maka lodong ini pun dibongkar sendiri.Dasar anak-anak tak habis habisnya mencari apa saja yang bisa jadi mainan, dari busi bekas yang sudah dimodifikasi dengan mur, karet dan rumbai-rumbai dari tali raffia lalu diisi obat bentol jadilah semacam peledak kalau di lemparkan dan terbanting ke tanah. Seru juga..entah siapa yang memulai ide kreatif ini, yang pasti selama masa liburan, anak-anak benar-benar mendapatkan pengalaman bermain yang mengesankan biarpun hanya dengan kesederhanaan.Bandingkan dengan mainan anak-anak sekarang meskipun semakin terpenuhi imajinasinya namun dalam hal kreatifitas dan olah gerak masih kalau oleh anak-anak dahulu.Maka sudah saatnya anak-anak jaman sekarang untuk mulai menggali kembali permainan-permainan lama/tradisional yang lebih kreatif dan menantang tapi menarik.

Baca Selengkapnya >>

Rabu, Januari 04, 2012

Kisahku Mengenal Kamera Manual sampai dengan Kamera Digital

Entah hobby atau kesenangan dari mana yang saya dapatkan, yang jelas bapak saya dulu sering bawa-bawa kamera manual meski menurut saya saat itu terbilang canggih. Bapak biasanya bawa kamera inventaris kantornya bila akan dinas bepergian ke luar kota, kalau gak salah mereknya waktu itu Nikon atau Olympus, memakai film Agfa/Fuji/Kodak yang masih hitam putih, dengan ASA100. Hal tersebut sangat melekat dalam benakku.

Dengan melihat bapakku memasang film saat itu ternyata sangat menarik perhatianku, dari menarik ujung film, menyangkutkannya ke jalur rel, menutup, mengokangnya dan membidikan jepretan pertamanya. Saya kagum dengan benda yang satu ini. Bapak saya pun memasukannya ke dalam tas dan saya kebagian selongsong filmnya.
Itulah mungkin latar belakang pertama kalinya saya mengenal apa itu yang namanya kamera.

Kamera ternyata memang barang mewah yang tidak dapat semua orang miliki, selain harganya mahal, hanya orang tertentu sajalah yang memiliki bakat seni yang tertarik untuk memiliki benda ini.

Saya menyadari kalau untuk memiliki benda ini adalah hanya angan-angan semata, sementara seiring berjalannya waktu teknologi kamera semakin berkembang.
Saya semakin tertarik untuk mendalami perihal fotografi, apalagi kakakku ternyata memiliki keinginan yang sama dengan angan-anganku, jadi sedikit-sedikit kuketahui dari buku-buku fotografi yang sengaja dibeli kakak dari emperan Cikapundung. Saat itu ada teori dasar foto yang dijelaskan secara gamblang oleh salah satu pengurus majalah mingguan tersebut yaitu RM.Soelarko salah satu wartawan foto senior saat itu
Maka perbendaharaan istilah fotografi pun sedikit bertambah dengan apa yang dinamakan kecepatan rana, bukaan diafragma, f-stop, makro, uv filter, wide angle, depth of field

Pucuk dicinta, ulampun tiba, tanpa diduga bapak membelikan kami kamera yang pada tahun 80’an bisa dibilang canggih untuk ukuran pemula saperti saya ini.
Kamera bermerk Ricoh KR-5 dilengkapi Lampu Blitz dan kaki penyangga Tripod tentunya sangat kami banggakan untuk mempraktekkan segala teori yang secara otodidak kami dapatkan dari tulisan-tulisan. Hasilnya memang tidak dapat dipungkiri, meski waktu itu masih menggunakan roll film selulosa namun sudah berwarna dan kepekaan ASA sudah mencapai 1600 bahkan lebih.
Masa-masa SMA dikala senang-senangnya kumpul-kumpul tentunya tidak pernah terlepaskan dari kamera kebaggaanku yang satu ini. Teknik depth of field didapatkan dengan ketajaman yang diinginkan. Maka beberapa event sekolahpun tidak ada yang luput untuk diabadikan.
Tiga belas tahun berlalu kamera Ricoh KR-5 yang menjadi kojo mengalami penjamuran pada lensanya, meskipun jendela bidik sudah buram dan berkabut saya masih bisa memakainya mengabadikan kelahiran anak-anakku sampai mereka berumur 3 tahun dengan hasil yang memuaskan, meskipun pada saat itu biaya Cuci Cetak sudah sangat mahal.
Adikku yang berprofesi wartawanpun masih memakainya untuk liputan tertentu. Namun sayang, niatnya membersihkan lensa di salah satu jasa pemoles lensa ternyata dipoles bersih sampai dengan kamera-kameranya raib entah kemana.
Oh..KR-5 ku yang penuh kenangan, dimanakah dirimu ?

Kekosongan kegiatan potret-memotret dariku untungnya masih terobati dari saudara-saudaraku yang lebih dulu memiliki kamera pengganti. Jadi di setiap sesi Lebaran minimal ada foto-foto yang merekan kenangan dari sejak masih hadirnya bapak sampai lahirnya cucu eyang yang paling bontot.

Di tengah kekosongan itu sempat kumiliki Kamera Digital pertama meskipun harus susah-susah mencicil setiap bulan dari sebuah gerai di mall. Dengan pertimbangan permintaan anak-anak untuk menghadapi acara perpisahan sekolah dasar waktu itu, mungkin akan sama dengan apa yang saya inginkan waktu dulu, akhirnya kupilih merek terkenal, meskipun sebenarnya lebih terkenal akan produk audio videonya yaitu Sony DSC-S60, 4,1 Mpixel, Lensa Vario Tesar dengan batere yang bisa di re-charge atau ukuran AA Alkaline. Sudah lebih dari cukup untuk ukuran High Resolution di kelas kamera saku saat itu. Maka mobilitasnya pun lebih banyak dibawa anak-anakku yang mulai menginjak remaja.
Jepret sana jepret sini, dan “Krrreeeek….!” lensa mandeg tidak bisa masuk ke rumahnya dalam posisi off. Lensa tetap nongol dan menceng seperti keluar jalurnya. Kutanyakan ke beberapa toko kamera barangkali ada yang bisa memperbaikinya meskipun harus diakalin, semuanya menggelengkan kepala, sambil berujar “Mending beli lagi yang baru pak….dari pada biaya reparasinya gak jauh beda “. “Iya sih, justru saya tidak mampu beli lagi yang baru”, dalam hatiku dongkol.

Anak-anakku terlihat kecewa tapi mengerti kondisi keuangan orang tuanya tanpa minta beli lagi yang baru. Untungnya sewaktu dibelikan ponsel berkamera sejak SMA keinginan akan kamera saku terpuaskan.
Akhirnya keinginan memiliki Kamera canggih yang diidam-idamkan saya sejak dulu dan juga sekarang anakku terkabulkan.
Mereknya tidak disangsikan lagi meskipun menurut literature merupakan kamera kelas pemula, tapi menurutku bagaimana orang yang menanganinya.

Kamera Digital DSLR pertamaku adalah Canon EOS 1100D termasuk yang baru muncul meskipun secara spesifikasi masih di bawah jenis kelas professional, inilah mungkin yang menjadikannya kelas pemula, tentu saja harganya pun jauh beda.

Yang jelas dengan kamera ini kemampuan kita untuk mengasah teknik foto lebih terpuaskan dengan berbagai fitur yang variatif. Kita dapat mengasah ketajaman seni foto kita lewat mode manual atau sekedar asal jadi dan bagus dengan mode otomatis.

Namun dari semua itu, tentunya belajar dari tehnik kamera manual sampai digital memiliki tantangan dan kelebihan masing-masing dan masih merupakan karya seni foto yang tinggi.

Baca Selengkapnya >>